Razia Berulang kali: Amoy Datang Silih Berganti ke Jakarta

Warta Kota  Sebuah televisi ukuran 28 inchi tergantung di ruangan seluas 5×6 meter persegi itu menampilkan adegan seorang perempuan berwajah oriental dan berpakaian seksi menggoyang-goyangkan badan mengikuti dentuman irama house music. Sesekali, tangan kanan wanita itu menjangkau benda seperti cakram pada meja di setinggi perut.
Sekilas, aksi wanita itu seperti aksi seorang disc jokey (DJ) yang tengah meracik musik untuk menghangatkan lantai disko.

Beberapa menit, gambar beralih ke wanita lain yang juga berwajah oriental dan berpakaian seksi. Wanita yang tampak lebih muda itu juga beraksi mirip DJ. “Ngapain sih wanita-wanita itu, musik dan gerakannya nggak nyambung,” celetuk salah satu pria di ruangan itu. “Ssst, cewek-cewek itu lagi ditawarkan. Mereka cungkok, asli dari China. Lu mau?” bisik pria di sebelahnya. Dia pun menjelaskan, bahwa wanita-wanita berwajah oriental yang “ditawarkan” lewat saluran televisi internal itu dijamin benar-benar didatangkan dari China.

Penawaran cungkok (istilah di kalangan tertentu untuk menyebut wanita penghibur dari China-Red) lewat saluran televisi internal itu bisa dijumpai di ruangan-ruangan karaoke di sebuah tempat hiburan malam di bilangan Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Sejumlah tempat hiburan malam lainnya juga menawarkan cungkok dengan cara serupa, meski ada juga yang dengan cara “tradisional” yakni dari mulut ke telinga.

Meski petugas berulang kali melakukan razia terhadap pekerja seks komersial (PSK) asal China, namun amoy-amoy tetap membanjiri kawasan tempat hiburan di Jakarta. Tengok saja tempat hiburan  di wilayah Kota, Jakarta Barat, banyak amoy-amoy dengan tarif antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta untuk sekali kencan.

Selain dari China, PKS asing yang malang melintang di tempat-tempat hiburan malam di Jakarta juga ada yang datang dari Uzbekistan dan Mongolia. Meski demikian, menurut sumber Warta Kota, PSK dari China adalah yang paling banyak dicari.

Catatan Warta Kota, aparat telah berkali-kali merazia PSK asing. Misalnya, Desember tahun lalu, 44 amoy yang jadi wanita penghibur di Jakarta ditangkap petugas imigrasi. Mereka sempat dikarantina di kantor Dirjen Imigrasi di Kuningan, Jakarta Selatan, sebelum dipulangkan ke negeri asalnya. Operasi itu tampaknya tak membuat para cungkok kapok. Nyatanya, setelah operasi itu, petugas berkali-kali mendapati adanya wanita asing yang jadi wanita penghibur di dunia malam Jakarta.

Namun, ada juga amoy yang mau diperkerjakan di tempat hiburan malam namun menolak dijadikan PSK. Kasus ini terkuak ketika dua wanita asal China melapor ke polisi karena nyaris dijerumuskan jadi PSK di Jakarta, awal tahun lalu. Mereka mengadu bersedia bekerja di Jakarta karena dijanjikan akan diperkerjakan sebagai pemandu lagu di tempat karaoke dengan gaji Rp 500.000/malam.  Ternyata, sampai di Jakarta, mereka juga dipaksa melayani pria hidung belang. (Soewidia Henaldi)
Sumber: Warta Kota

TrackBack Identifier URI

  • RSS Heboh …..

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.