Mesum di Alun-Alun Mahasiswi STAIN Diciduk Satpol PP

Okezone.com Selasa, 30/10/2007 15:48 WIB   Mesum di Alun-Alun Mahasiswi STAIN Diciduk Satpol PP     

TULUNGAGUNG – Diasmey Ahmadian (22) warga Desa Mojosari, Kecamatan Kauman dan Luluk Ngaisah (21), warga Desa Winong, Kecamatan Kedungwaru, hanya bisa memohon ampun kepada petugas Satpol PP Tulungagung, Selasa (30/10/2007). 
 

Keduanya menghiba agar tindakan mesra-mesran kelewat batas di tengah alun-alun Kusumo Wicitro Tulungagung itu tidak dilaporkan orangtua mereka. Alasanya, apa yang mereka lakukan masih dalam batas pacaran dan belum siap menikah. 

“Jangan dipublikasikan Mas. Saya ini masih pacaran dan kalau orangtua saya tahu maka akan disuruh menikah. Saya belum siap untuk itu,” tuturnya menghiba.

Seperti diketahui, kedua pasangan muda lain jenis ini ditangkap petugas Satpol PP  saat sedang asyik bermesraan di taman alun-alun Tulungagung. Tanpa punya rasa malu  muda mudi ini berangkulan dan berciuman seolah berada dalam ruang tertutup.

Saat nafsu sedang bergelora, mereka tidak sadar petugas satpol PP yang berjaga di tengah alun-alun mengawasinya dari jauh. Diam-diam, beberapa petugas bergerak mendekat dan langsung menyergap keduanya. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Yang menarik, identitas Luluk Ngaisah (KTP) tertulis berstatus mahasiswa. Ketika diinterogasi, gadis yang mengenakan jilbab ini mengaku kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung. Sedangkan Diasmey mengaku sebagai pengangguran, meski pada KTP tertulis karyawan swasta.

“Saya pengangguran mas. Tolong jangan diberitakan. Saya  benar-benar kapok, “ujarnya terus memohon.

Proses untuk mengetahui nama dua muda mudi mesum ini memakan waktu cukup lama. Awalnya mereka bersikeras tidak mau menunjukkan  kartu identitas dan sejenisnya. Petugas pun dibuat kelabakan. Pasangan yang sebelumnya tertawa-tawa ini langsung  menangis begitu mengetahui wartawan datang ke kantor satpol PP.

Keduanya menyembunyikan wajah di balik jaket yang dikenakan. Kasi operasional Sunarto Pemkab Tulungagung mengatakan kedua pasangan yang bermesraan dimuka umum ini hanya mendapat pembinaan agara tidak mengulangi perbuatanya.

Sunarto mengaku, kenyamanan alun-alun Kusumo Wicitro seringkali digunakan sebagai ajang yang kurang pantas.

“Kita hanya catat nama dan identitas. Kita beri pengarahan agar tidak mengulangi lagi perbuatanya, “ujarnya. 

Ketua STAIN Tulungagung Mujamil Komar dikonfirmasi terpisah mengenai anak didiknya yang tertangkap melakukan perbuatan tidak pantas di muka umum mengatakan belum tentu pelaku benar-benar mahasiswi STAIN.

“Bisa saja itu orang yang mengaku ngaku mahasiswa sini (STAIN). Namun kita akan telusuri hal itu, “ujarnya. (solichan arif/sindo/fmh)

http://www.okezone.com/index.php?option=com_content&task=view&id=57268&Itemid=187

TrackBack Identifier URI

  • RSS Heboh …..

    • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.